Novel Siluet Cinta dalam Kabut (Manuskrip)

This category contains 8 posts

Episode 8: “ Bidadari Dibalik Cadar 2”

Gadis itu menatap punggung Rina yang semakin menjauh. Dia pun beristighfar melihat penampilan Rina. Pakaian ketat dengan rok mini sepaha, mengumbar aurat dengan bentuk lekuk tubuhnya. Sebuah dandanan seksi menjadi tontonan gratis para lelaki jalang, para suami yang tidak menjaga matanya, dan para pemuda dengan gairah hawa nafsunya

Baca lebih lanjut

Iklan

Episode 7: “Bidadari Dibalik Cadar”

Sedikit demi sedikit Arman mengangkat kepalanya. Seperti slow motion sebuah adegan film. Kaget bukan main, ternyata gadis dihadapannya ini adalah Rina, gadis berjilbab ungu yang ia temui minggu lalu di halte, Bandung. Lebih kaget lagi, ternyata Rina adalah teman kuliahnya dulu yang bermetamorfosa dari ulat menjadi kupu-kupu cantik. Wajah dan penampilannya membuat Arman terpesona. Rina juga memakai jilbab ungu sama seperti di halte, Jauh lebih anggun.

Baca lebih lanjut

Episode 6: “Hidayah Menyapa”

Setiap manusia pastilah dia membutuhkan teman dalam kehidupannya. Terlebih lagi ketika dia berada di negeri asing, jauh meninggalkan sanak saudaranya dan kampung halamannya. Maka keberadaan teman sangat bermakna dalam kehidupannya.

Baca lebih lanjut

Episode 5: “Sweet Memories”

Istilah gaul dan mafia sering dilontarkan oleh teman-teman sejawatnya. Gaul karena pakaiannya yang mengikuti trend anak muda masa kini ditambah julukan “mafia” dengan modal rambut ala pemain film action menambah jumlah pemuda yang terpengaruh era modernis barat lewat media televisi dan internet.

Baca lebih lanjut

Episode 4: “Air Mata Istriku Bag 2”

Bahkan, justru dengan pernikahanlah cintanya yang sejati dapat disalurkan. Cinta yang berarti memiliki, menikmati, memberi dan menerima dengan rasa tenang dan damai. Tentu saja tanpa menghilangkan debar-debar hati dan degup jantung yang meluap karena cinta.

Baca lebih lanjut

Episode 3: “Air Mata Istriku”

Langit tak lagi cerah. Mendung dan kelabu. Pelangi nan indah tak lagi menghiasi langit biru. Hanya lembayung senja menebar pesonanya di kaki langit. Semakin menambah suramnya kehidupan. Siang seperti malam dan malam seperti ruang gelap berlapis, pekat. Tak ada bintang-bintang. Tak ada setitik cahaya meneranginya.

Baca lebih lanjut

Episode 2: “Sang Kumbang Malam”

Hingga tiba saatnya sebuah prahara melanda rumah tangga mereka. Bak nakhoda yang membawa penumpang mengarungi lautan samudra dan menjaga penumpang dari amukan badai. Dahsyatnya badai, halilintar bergemuruh, gelombang pasang surut tak pernah berhenti. Bisa jadi akibat keteledoran dan tidak sigapnya nakhoda membuat kapal karam hingga nakhoda dan seluruh penumpangnya tenggelam di lautan. Tak ada yang menyangka..

Baca lebih lanjut

Episode 1: “Kasih sayang Suami”

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah kisah nyata katakanlah namanya Arman. Arman adalah sosok suami yang memiliki sikap lembut dan berusaha menyejukkan istrinya dikala sedih. Rasa lelah sepulang kerja tak menyurutkan tugasnya sebagai suami. Arman tahu tatkala istrinya gundah gulana, dia bisa melihat raut mukanya yang dipenuhi beban berat sebagai istri.

Baca lebih lanjut